AKTIFITASLITERASIPRESTASI SISWA

Menggali Bakat Siswa Melalui Pembinaan Olimpiade Sains

*Tiada Usaha yang Mengkhianati Hasil

SDIT AL FURQON PALEMBANG – Program unggulan baru SDIT Alfurqon sudah mulai menampakkan sayapnya di kancah nasional. Berturut-turut Siswa SDIT Alfurqon palembang menorehkan prestasi di ajang olimpiade.

Alhamdulillah, Di awal tahun 2019 ini, dalam ajang olimpiade tingkat Nasional yang diselenggarakan di Bali oleh Lembaga Primagama dengan tema “Primagama Mencari Juara”, siswi kelas 5 SDIT Al Furqon atas nama Nyimas Azza Fathya berhasil meraih nilai tertinggi Olimpiade IPA tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Sumatera Selatan pada ajang tersebut.

Prestasi kembali diraih oleh siswa siswi SDIT Al Furqon pada hari Selasa, 5 Maret 2019 dalam kompetisi Olimpiade Siswa Nasional (OSN) tingkat kecamatan Kemuning, Palembang. Pada kejuaraan tersebut, di ajang olimpiade IPA atas nama M. Arsyil Karim (Juara 1) dan Nyimas Azza Fathya (Juara 3). Namun perjuangan ananda tercinta tak henti sampai disitu, dengan disertai do’a, semangat serta ikhtiar yang tak kenal lelah, siswa siswi SDIT Al Furqon kembali mengharumkan nama sekolah pada OSN tingkat Kota 2019 yang baru diselenggarakan pada hari Rabu, 13 Maret 2019. Olimpiade ini diikuti oleh semua siswa siswi yang mewakili tiap-tiap sekolah yang ada di kota Palembang. SDIT Al Furqon kembali meraih prestasi melalui kedua siswa yang saat ini duduk di bangku kelas  4 dan 5 SD yaitu Juara 2 OSN dalam bidang IPA berhasil diraih oleh ananda Nyimas Azza Fathya dan dalam bidang yang sama ananda M. Arsyil Karim berhasil meraih Juara Harapan 1.

Baca juga:   Perpustakaan Humanis, Tingkatkan Minat Baca Siswa

Al Furqon kembali menorehkan prestasi di kota Palembang dengan meraih ranking provinsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, dimana dari 50 peserta se- Sumatera Selatan, Siswa SDIT Alfurqon atas nama Nyimas Azza Fathya kembali menorehkan prestasi  yang Insya Allah akan bertanding kembali di ajang Nasional pada bulan Juni 2019.

Perlu diketahui bahwa, siswa siswi yang mewakili SDIT Al Furqon di berbagai Olimpiade Sains sendiri diperoleh dari hasil seleksi beberapa siswa yang dinilai memiliki kecerdasan dalam bidang Sains. Seleksi dilakukan mulai dari kelas 3, 4 dan 5. Setelah melalui seleksi pemahaman soal dan penilaian, tim olimpiade menetapkan siswa siswi yang akan dibimbing, diarahkan serta dilatih secara intensif untuk mengikuti berbagai kompetisi baik tingkat kecamatan, tingkat kota,  tingkat provinsi hingga nasional dan Internasional.

Jadwal pelatihan Olimpiade dilakukan dihari Selasa sampai dengan hari Jum’at, biasanya di waktu pagi pukul 7.30 setelah anak-anak selesai berdo’a di kelas masing-masing. Tempat yang dipilih untuk melakukan pelatihan yakni RSB (Ruang Sumber Belajar) atau Perpustakaan. Siswa-siswi Al-Furqon yang dilatih diharapkan mampu bersikap disiplin, baik disiplin dalam hal waktu, disiplin dalam hal tugas serta disiplin mengatur antara kegiatan belajar di kelas maupun pembinaan. Tak hanya itu, kerjasama antara guru dan orang tua sangat dibutuhkan dalam mendukung dan menyemangati siswa siswi yang dibina untuk berkompetisi.

Baca juga:   Siswa SDIT Al Furqon Raih Lagi Juara Panahan Tingkat Provinsi

Materi yang diberikan oleh Bunda dan Ustad yang melatih, tentu saja berkaitan dengan soal-soal yang biasa dijumpai pada Olimpiade dari berbagai tingkat, mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Nasional. Latihan yang intensif menjelang hari kompetisi tentu sangat dibutuhkan hingga biasanya siswa siswi Olimpiade akan diberikan soal-soal latihan yang harus mereka selesaikan di rumah.

Tujuan pembinaan Olimpiade sendiri ialah mampu mencetak generasi unggul yang penuh semangat juang dalam berkompetisi serta menjadikan mereka bagian dari penerus peradabaan Islam kelak dalam bidang pendidikan. Target yang diharapkan yakni SDIT Al Furqon dapat terus menyaring, dan melatih siswa siswi unggul, yang mampu bersaing dalam lingkup nasional maupun internasional serta menjadikan Al Furqon sebagai sekolah rujukan dan berketeladanan bagi dunia pendidikan Indonesia khususnya dalam bidang Sains.

Usaha yang senantiasa dibarengi dengan do’a, ketekunan, serta ridho Allah swt tentu tidak akan mustahil dalam mencetak generasi cerdas, generasi rabbani, generasi yang mampu menjadi ilmuan-ilmuan hebat umat Islam dimasa mendatang.(*Dwi Oktarina, S.Si)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *